SEPOTONG HALAMAN: AS LONG AS THE LEMON TREES GROW

 


Haii, 

Kembali lagi di sepotong halaman dari buku As Long As The Lemon Tress Grow. Kali ini, aku membawakan beberapa potong halaman dari buku yang kebanyakan berisi tentang perasaan-perasaan Salama. Tidak akan spoil terlalu banyak, jadi selamat membacaaa.

Halaman 34 

"Sayangnya, aku terlambat; laju pesawat-pesawat itu lebih cepat daripada suaraku, dan bom tidak peduli kepada orang-orang tidak bersalah di dalam rumah."

Halaman 46

"Dia adalah mekanisme bertahan yang dihasilkan otakku, yang mengamban misi untuk memastikan aku teteap bertahan dengan cara apapun."

Halaman 71

"Apakah semua anak umur enam tahun mengetahui makna kematian? Ataukah hanya anak-anak perang?"

Halaman 113 

"Negara ini adalah aku, dan aku adalah negeri ini. Sejarahku, leluhurku, keluargaku. Kami semua di sini."

Halaman 124

"Kegelisahan mencekamku bagaikan sulur-sulur yang tumbuh subur, mencengkeram tulang belulangku."

Halaman 132

"Kau tidak perlu merasa bersalah saat memikirkan masa depanmu. Kita tidak perlu berhenti hidup hanya karena kita akan mati. Siapa pun bisa tewas sewaktu-waktu, di mana pun di dunia ini. kita bukan pengecualian. kita hanya lebih sering melhat kematian daripada mereka."

Halaman 134

"Ketika dicampur, kekecewaan dan ketakutan membentuk ramuan pahit yang efeknya bertahan lama."

Halaman 178

"Harapan. Menemukan cinta dan kebahagiaan di balik nestapa."

Halaman 198

"Aku bersusah payah mencari penjelasan ilmiah tentang jatuh cinta. Berapa lamakah cinta akan berinkubasi di dalam tubuhku sebelum aku menunjukkan gejala? Apakah gejala itu kronis atau hanya sementara?"

Halaman 235

"Senja terindah adalah yang datang selepas hujan."

Halaman 236

"Masih ada keindahan di sini, Salama. Masih ada kehidupan dan kekuatan di Homs.-- Masih ada warna."

Halaman 253

"Seandainya, dia anak lelaki biasa dan aku anak perempuan biasa, dan kami bertemu di tempat lain, apakah kami tetap akan saling jatuh cinta?

Halaman 296

"Rasanya seperti mencintai samudra. Ia tidak terprediksi, bentangan air biru yang bersinar itu bisa berubah menjadi gelombang mengerikan hanya dalam beberapa detik."

Halaman 367

"Kalau kita mati, Salama, setidaknya kita mati ketika melakukan hal yang benar. Kita akan mati sebagai syahid."

Halaman 390

"Bahwa jiwa itu abadi, tidak terkekang oleh jasmani yang fana."


Barangkali ada beberapa yang kamu suka, komen di bawah yaaa!! 

Sampai ketemu lagiii <3


Komentar

Postingan Populer